Senin, 23 Mei 2011

Budaya Sex Remaja Pra Nikah


Meningkatnya budaya seks bebas di kalangan pelajar mulai mengancam masa depan bangsa Indonesia. Bahkan perilaku seks pra nikah tersebut dari tahun ke tahun meningkat.
Pendataan yang dilakukan oleh Direktur Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), menunjukan kasus tersebut menunjukkan peningkatan yang semakin miris bagi kita.
Menurut, Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) di tahun 2002-2003, remaja mengatakan mempunyai teman yang pernah berhubungan seksual pada: usia 14-19 tahun, perempuan 34,7%, laki-laki 30,9%. Sedangkan pada usia 20-24 tahun perempuan 48,6% dan laki-laki 46,5%. Pada 2007 SKRRI melakukan penelitian kembali. Penelitian tersebut menunjukkan peningkatatan yang drastis. Pertama, perilaku seks pranikah remaja cenderung terus meningkat dan kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) juga terjadi pada remaja. Kedua, jumlah kelompok remaja Indonesia yang menginginkan pelayanan Keluarga Berencana (KB) diberikan kepada mereka. Ketiga, meningkat jauh dari SKRRI 2002. Penelitian Komnas Perlindungan Anak (KPAI) di 33 Provinsi pada bulan Januari-Juni 2008 menyimpulkan empat hal: Pertama, 97% remaja SMP dan SMA pernah menonton film porno. Kedua, 93,7% remaja SMP dan SMA pernah ciuman, genital stimulation (meraba alat kelamin) dan oral seks. Ketiga, 62,7% remaja SMP tidak perawan. Dan yang terakhir, 21,2% remaja mengaku pernah aborsi. Itu terjadi sekitar beberapa tahun yang lalu dan sekarang tahun 2011 sudah pasti sangat meningkat.
Mungkin para remaja sekarang terbawa budaya barat, budaya orang-orang asing, yang seharusnya tidak pantas diikuti oleh remaja Indonesia ini sendiri. Karena sangat bertentangan dengan budaya agama-agama Indonesia. Apalagi melakukan hubungan sesuatu di luar nikah hukum dan agama. Budaya ini diam-diam mengancam bangsa Indonesia. Tentu ini membutuhkan penanganan khusus demi mengembalikan budaya timur.

Rabu, 13 April 2011

MENPORA VS PSSI (Wajah Sepakbola Indonesia Masa Kini)


Masalah-masalah yang terkait tentang PSSI dan MENPORA adalah Nurdin Halid Vs Menegpora 2011 Nurdin Siap Tuntut Andi Mallarangeng Menpora. Ketua Umum PSSI Nurdin Halid akan menuntut secara hukum Menteri Negara Olah Raga Andi Alifian Mallarangeng, karena telah mengeluarkan sejumlah pernyataan yang dinilai merugikan dirinya. Nurdin mengatakan hal tersebut saat mengunjungi kampung halamannya di Kabupaten Bone, sekitar 167 km dari Kota Makassar, untuk memperingati maulid dan empat tahun kematian ayahnya.
Keributan antar PSSI dan Menpora semakin rumit dalam berita terbaru di kabarkan bahwa keluarga nurdin halid berencana mensomasi  Menpora Andi Malarangeng  terkait pernyataan yang dianggap memprovokasi masyarakat untuk melakukan unjuk rasa anti Nurdin ternyata tidak membuat Menpora gentar. Pemerintah menginginkan adanya koreksi terhadap pelaksanaan kongres PSSI yang rencananya akan digelar di Bali Maret mendatang. Salah satu koreksi yang menjadi perhatian adalah proses verifikasi komite pemilihan PSSI  yang tidak meloloskan George Toisutta dan Arifin Panigoro sebagai bakal calon Ketua Umum PSSI periode 2011-2015.
Nurdih halid menyatakan kekecewaannya pada Alifian yang juga berasal dari Bone, karena telah mengintervensi masalah persepakbolaan di  Indonesia padahal tak mengetahui seluk beluk industri bola. Sejumlah pernyataan Alifian baik di media massa maupun media sosial, juga dinilainya telah memprovokasi publik untuk melakukan unjuk rasa menuntut penurunan dirinya dari posisi puncak di PSSI. Menurutnya, pemicu unjuk rasa kelompok massa tertentu yang selama ini diarahkan kepada dirinya dilakukan oleh orang-orang yang kecewa terhadapnya karena tetap maju sebagai calon ketua PSSI periode mendatang.
Nudin Halid Vs Menegpora 2011, Nurdin Tuntut Andi Mallarangeng Menpora, Penyebab Kasus Nurdin Tuntut Menpora, Andi Alifian Mallarangeng, Ketua PSSI Terbaru 2011, Siapa Pengganti Nurdin Halid, Apa Beda Nurdin Khadafi dan Mubarak, Nurdin vs Andi, Menteri Negara Olah Raga Menegpora.
Menpora sempat mengatakan, jika PSSI masih keras kepala dan tidak merespon peringatan maka Pemerintah tak segan-segan untuk menjatuhkan sanksi terhadap PSSI sesuai aturan Undang-Undang. Keributan ini juga makin di perparah dengan di tolaknya hasil banding yang diajukan Goerge Toisutta dan Arifin Pangoro sebagai kandidat Ketua Umum PSSI periode 2011-2014. Komite banding juga menolak hasil keputusan Komite Pemilihan.
Di  saat seperti inilah kita semua bisa melihat kearogansian PSSI, kalau PSSI seperti ini terus menerus untuk apa ada PSSI ? toh sepakbola kita dengan PSSI jaman rezim nurdin dan tidak adanya PSSI sama saja tidak ada prestasi yang membuat publik sepakbola di indonesia berbangga hati akan prestasi persepakbolaan tanah air.

Rabu, 16 Maret 2011

KEBUDAYAAN TEKNOLOGI MASA KINI


Kebudayaan atau culture adalah keseluruhan pemikiran dan benda yang dibuat atau diciptakan oleh manusia dalam perkembangan sejarahnya. Kebudayaan sifatnya bermacam-macam, akan tetapi oleh karena semuanya adalah buah adab (keluhuran budi), maka semua kebudayaan selalu bersifat tertib, indah berfaedah, luhur, memberi rasa damai, senang, bahagia, dan sebagainya. Tapi dalam pembahasan kali ini saya akan coba sedikit share tentang Kebudayaan Teknologi Modern yang pastinya ada sangkut pautnya dengan Kebudayaan Barat yang ada di Indonesia.
Pertama ada yang dapat membedakan antara Kebudayan Barat Modern dan Kebudayaan Teknologis Modern. Kebudayaan Teknologis Modern merupakan bisa di bilang anak Kebudayaan Barat. Akan tetapi, meskipun Kebudayaan Teknologis Modern jelas sekali ikut menentukan wujud Kebudayaan Barat, anak itu sudah menjadi dewasa dan sekarang memperoleh semakin banyak masukan non-Barat, misalnya dari Jepang banyak alat-alat yang mempunyai teknologi yang sangat canggih. Mereka sangat ahli dalam pembuatan teknologi tersebut, dan pasarannya pun sudah memasuki seluruh dunia. Penyebab dari kebudayaan ini mungkin keharusan masyarakat, atau perkembangan jaman yang semakin pesat.
Kebudayaan Tekonologis Modern merupakan sesuatu yang kompleks. Penyataan-penyataan simplistik, begitu pula penilaian-penilaian hitam putih hanya akan menunjukkan kekurangcanggihan pikiran. Kebudayaan itu kelihatan bukan hanya dalam sains dan teknologi, melainkan dalam kedudukan dominan yang diambil oleh hasil-hasil sains dan teknologi dalam hidup masyarakat seperti : media komunikasi (gadget, handphone, laptop atau Internet), sarana mobilitas fisik dan angkutan, segala macam peralatan rumah tangga serta persenjataan modern. Hampir semua produk kebutuhan hidup sehari-hari sudah melibatkan teknologi modern dalam pembuatannya. Kebudayaan Teknologis Modern itu kontradiktif. Dalam arti tertentu dia bebas nilai, ataupun netral. Bisa dipakai atau tidak, dan pemakaiannya tidak mempunyai implikasi ideologis atau keagamaan. Seorang Sekularis dan Ateis, Kristen Liberal, Budhis, Islam Modernis atau Islam Fundamentalis, bahkan segala macam aliran New Age dan para normal dapat dan mau memakainya, tanpa mengkompromikan keyakinan atau kepercayaan mereka masing-masing. Kebudayaan Teknologis Modern secara mencolok bersifat instumental. Kebudayaan Teknologis Modern sudah bermasyarakat luas termasuk di Indonesia, tidak mementingkan latar belakang apapun karena manusia mengharuskan menggunakan teknologi tersebut untuk kehidupan sehari-hari.

Rabu, 05 Januari 2011

PSSI, Timnas dan Suppoerter Indonesia "Garuda Tetap Didadaku"

                AFF Suzuki Cup 2010 sudah berakhir pada akhir desember lalu. Kompetisi yg diikuti oleh Negara-negara di ASEAN ini menarik masyarakat dunia terutama Indonesia. Nama AFF Suzuki Cup tadinya bernama Piala Tiger. Tahun 2010 giliran Indonesia yg menjadi tuan rumah bersama Vietnam, yang dibagi menjadi 2 grup yaitu A dan B yang masing-masing grup dihuni oleh 4 negara. Indonesia yg berada satu grup dengan Malaysia, Laos dan Thailand. Sedangkan Vietnam berada di grup satunya lagi bersama Filipina, Singapura dan Myanmar.
            Timnas Indonesia dengan dilatih oleh Alfred Riedl dan pemain-pemain baru yang menghuni timnas membuat masyarakat Indonesia berantusiasme mengikuti dari awal hingga akhir kompetisi ini. Di timnas ada nama baru seperti Christian Gonzales, dan Irfan Bachdim yang dinaturalisasi oleh PSSI. Mereka berdua sangat mengubah permainan timnas yang dulu hanya bergantung kepada Bambang Pamungkas, dan megundang masyarakat Indonesia untuk menonton pertandingan timnas Indonesia. Tidak hanya mereka berdua tapi ada nama baru seperti Nasuha, Zulkilfi, Okto, Bustomi yang bermain bagus selama kompetisi berlangsung. Saya senang dengan permainan timnas yang sekarang, tidak tergantung terhadap pemain lama yg sudah cukup tua, tetapi pemain baru yang masih muda Alfred Riedllah yang telah mengubah sedemikian rupa.
            Timnas Indonesia pada babak penyisihan mencatat clean sheet dalam 3 pertandingan menang terus. Pada pertandingan awal yg digelar di GBK, Indonesia menang dengan skor telak 5-1 menghajar Malaysia. Lalu mempermalukan Laos dengan skor 6-0 di GBK. Terakhir menang dengan skor tipis 2-1 melawan Thailand. 3 pertandingan 13 menjebolokan gawang lawan dan hanya 2 kebobolan ini sangat menakjubkan. Pada semi final Indonesia bertemu dengan Filipina, pada leg 1 dan 2 yang berlangsung di GBK Indonesia menang dengan skor 0-1 dan 1-0, yang dicetak oleh Gonzales dengan gol yang sangat indah, agregat 2-0 cukup untuk masuk Final. Di semi final lainnya Malaysia meng agregat 2-0 atas Vietnam. Di final Indonesia bertemu lagi dengan Malaysia, yang sudah berjumpa pada babak penyisihan. Suppoerter Indonesia dari berbagai pelosok daerah berbondong-bondong menuju Senayan hanya ingin mendukung timnas yang dinilai sangat bagus permainanya ini, meskipun harus mengantri tiket yang lamanya hingga berjam-jam dan masih adapun yang tidak mendapatkan tiket meskipun sudah mengantri dari pagi. Panitia penyelenggara pertandingan dinilai kurang siap dengan membeludaknya para penonton yang memadati senayan, dan masih banyaknya calo.
            Sayang sekali di final kita dikalahkan oleh Malaysia di Bukit Jalil dengan skor 3-0, masyarakat Indonesia pun tidak terima karena pemain Indonesia diganggu dengan adanya laser. Tiga hari kemudian pertandingan kembali digelar kali ini di GBK, dengan lautan merah para supporter yang memadati GBK, teriakan dan dukungan kepada timnas terus mengalir agar menjadi juara di kompetisi kali ini. Sampai ada kata-kata seperti “Ganyang Malaysia” yang dilontarklan oleh supporter kita. Indonesia memang menang dengan skor 2-1 tapi itu tidak cukup untuk mengangkat piala karena kita kalah agregat 4-2 tapi apa boleh buat masyarakat Indonesia menerimanya dan para supporter yang ada di GBK pun demikian, tidak ada keributan. Supporter kita sepertinya sudah dewasa mulai menerima kekalahan, saya lebih bangga terhadap supporter dari pada dengan PSSI yang dinilai memprihatinkan. Banyak masyarakat Indonesia menginginkan Revolusi dalam tubuh PSSI terutama sang ketua Nurdin Halid yang dinilai tidak cocok lagi untuk memimpin PSSI, banyak orang yang berdemo dan menginginkan Nurdin Halid turun dari jabatannya. Sudah beberapa kali kita masuk final di AFF tapi belum ada 1 trofi pun yanh kita raih, kalo di dunia kita seperti Belanda yang dijuluki “juara tanpa mahkota”. Meskipun kita tidak juara tapi “GARUDA TETAP DIDADAKU “ masih panjang waktu kita, hanya perlu pembinaan dan peningkatan kualitas para pemain kita, termasuk para pemain mudanya. Suppoerter akan terus mendukung timnas sampai kapan pun, supporter adalah pemain ke-12, tinggal PSSI saja yang perlu diperbaiki dari sekarang juga kalau ingin pesepakpolaan kita lebih maju lagi.

Minggu, 28 November 2010

TENTANG "GAYUS TAMBUNAN"

Nama Gayus Tambunanan mendadak dibicarakan oleh masyarakat Indonesia pada bulan april lalu. Namanya pertama kali disebut oleh mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji.  Susno menyebutkan Gayus memiliki  Rp. 25 miliar di rekeningnya, namun hanya Rp 395 juta yang dijadikan pidana dan disita negara, sisanya Rp. 24,6 miliar tidak jelas. Gayus Halomoan Tambunan, belakangan ini namanya sering disebut sebagai makelar kasus pajak yang ditangani tidak sesuai aturan maksudnya penuh rekayasa. Kasus ini diduga melibatkan sejumlah jenderal di kepolisian.
Uang sebanyak itu tentu saja mengejutkan melihat Gayus hanya pegawai pajak golongan IIIA. Sebagai perbandingan, gaji PNS golongan IIIA dengan masa jabatan 0 sampai 10 tahun hanya berkisar antara Rp 1,6 juta sampai Rp 1,8 juta per bulan. Namun angka ini belum memperhitungkan tunjangan menyusul adanya remunerasi di Ditjen pajak. Di kantor pusat pajak, Gayus memegang jabatan sebagai Penelaah Keberatan Direktorat Jenderal Pajak. Namun seiring merebaknya kasus markus ini, jabatan Gayus langsung dicopot. Dia kini hanya menjadi pegawai pajak biasa. Seharian kemarin Gayus menjalani pemeriksaan di Direktorat Kepatutan Internal Transformasi Sumbaer Daya Aparatur (KISDA) Pajak.
Menurut saya, proses hukum gayus tambunan sekarang mulai tidak jelas. Beberapa minggu kemarin di beritakan Gayus bisa bebas keluar masuk tahanan, itu sangat melanggar hukum. Sampai-sampai dia pergi ke Bali, dan dia sendiri pun mengakui itu. Dia keluar masuk tahanan dengan cara menyuap petugas yang ada disitu, kejadian ini kalau tidak ditangani dengan tegas akan berulang terus menerus. Istrinya pun sekarang  memilih untuk berhenti dari PNS, mungkin karena psikologisnya mulai terganggu dengan kasus suaminya sendiri. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menegaskan, hukuman bagi Gayus Tambunan seharusnya dihukum lebih dari hukuman seumur hidup. Sementara pakar hukum pidana dari Universitas Hassanuddin Makassar, Ahmad Ali menilai, Gayus layak dijatuhi hukuman mati.
Tindakan Gayus sudah merusak moral dan mental Indonesia. Diberitakan sekarang ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku telah melakukan persiapan untuk gelar perkara Gayus Tambunan bersama Mabes Polri. Menurut Wakil Ketua KPK Mochammad Jasin, KPK telah menyiapkan bahan-bahan untuk membahas kasus Gayus. Tidak hanya Polri, KPK pun ikut menangani kasus Gayus. Dan mudah mudahan kasus ini cepat selesai, mengingat kasus ini sudah lama terungkap. Polri–KPK, harus bekerja keras dalam menangani kasus Gayus, sebab masih ada lagi orang-orang yang terlibat. Hukuman bagi para koruptor seharusnya minimal hukuman seumur hidup bahkan sampai hukuman mati. Karena dia telah memakai uang negara, yang seharusnya menjadi milik masyarakat miskin. Masih banyak para koruptor atau “Gayus-gayus” yang lain, yang berkeliaran dan belum terungkap kasusnya. Hukum di Indonesia harus ditegakan, diperketat, supaya tidak ada lagi kasus seperti ini, karena sangat merugikan orang banyak.