Rabu, 09 Oktober 2013

TELEMATIKA


Pengertian Telematika

Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya adalah “TELEMATIQUE” yang kurang lebih dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.
Para praktisi mengatakan bahwa TELEMATICS merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Dalam wikipedia disebutkan bahwa Telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and Communications Technology).
Salah satu milis internet Indonesia terbesar adalah milis Telematika. Dari milis inipun tidak ada penjelasan mengapa milis ini bernama telematika, yang jelas arsip pertama kali tercatat dikirimkan pada tanggal 15 Juli 1999. Dari hasil pencarian di arsip mailing list Telematika saya menemukan salah satu ulir diskusi menarik (membutuhkan login) tentang penamaan Telematika yang dikirimkan oleh Paulus Bambang Wirawan.

Fungsi Telematika

Selaras dengan pengertian telematika sebagai sarana komuikasi jarak jauh, maka fungsi dari telematika antara lain :
  1. Penyampai informasi. Telematika digunakan sebagai penyampai informasi agar orang yang melakukan Komunikasi menjadi lebih berpengetahuan dari sebelumnya. Bertambahnya pengetahuan manusia akan meningkatan keterampilan hidup, menambah kecerdasan, meningkatkan kesadaran dan wawasan.
  2. Sarana Kontak sosial hidup bermasyarakat. Interaksi sosial menimbulkan kebersamaan, keakraban, dan kesatuan yang akan melahirkan kerjasama. Telematika menjadi penghubung diantara peserta kerjasama tersebut, walaupun mereka tersebar dimana-mana. Telematika menjembatani proses interaksi sosial dan kerjasama sehingga menghasilkan jasa yang memiliki nilai tambah dibanding hasil perseorangan.
Perkembangan Telematika

         Pada zaman dahulu, Telematika belum berkembang sangat pesat dinegara Indonesia, Indonesia termasuk dalam Negara tertinggal, tapi dengan seiring perkembangan zaman Indonesia mengalami kemajuan yang sangat pesat, karena telah banyak bermuculan produk-produk IT yang lebih kecil, cepat dan efisien dengan format-format unik yang berbeda dan muktahir. Misalnya teknologi perakitan prosessor yang sudah bisa memfrabikasi hingga ukuran 40nm, telepon selular dengan koneksi wifi, notebook dengan ukuran lebih kecil sehingga memudahkan keleluasaan mobilitas bagi penggunanya dan sedangkan teknologi mukthir adalah teknologi automobile systems yang menggabungkan Global Positioning System (GPS) dan komunikasi nirkabel lainnya untuk mengetahui lokasi jalan, dan sekarang ini yang sedang populer juga banyak dicari dan digunakan oleh masyarakat yaitu smartphone, dan juga tablet PC. Smartphone ini merupakan telepon selular dengan system operasi didalamnya adalah android. Dengan kecanggihan smartphone ini aplikasi-aplikasi yang biasa digunakan atau hanya bisa digunakan didalam Komputer itu bisa digunakan didalam smartphone ini. Tablet pc, ini merupakan komputer portable berbentuk buku. Memiliki layar sentuh atau teknologi tablet digital yang memungkinkan pengguna komputer mempergunakan stylus atau pulpen digital selain keyboard ataupun mouse komputer.
Jadi pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu bentuk telematika.

Contoh Tenologi Telematika

A.      Bidang Komunikasi
Pager yaitu alat telekomunikasi pribadi untuk menyampaikan dan menerima pesan pendek. Radio panggil numerik satu arah hanya dapat menerima pesan yang terdiri dari beberapa digit saja.
Handphone yang kita gunakan adalah salah satu contoh dari teknologi telematika dibidang komunikasi. Karena merupakan suatu sarana berkomunikasi dengan menggunakan media elektromagnetik untuk mengirimkan atau menerima suatu informasi dari satu pihak ke pihak yang lainnya.
Smartphone adalah telepon selular yang mempunyai kemampuan tingkat tinggi, kadang-kadang dengan fungsi yang menyerupai komputer. System operasi yang digunakan adalah android, dan android itu sendiri adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux yang menyediakan platform terbuka bagi para pengembang buat menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak

B.      Bidang Transportasi
Salah satu produk tranportasi yang menerapkan layanan telematika adalah Toyota. Karena menyadari semakin tingginya mobilitas masyarakat, terutama di wilayah perkotaan, membutuhkan layanan penunjang yang mampu membantu masyarakat untuk sampai ke tujuannya dalam waktu singkat. Toyota melihat peluang ini dengan mengembangkan disalah satu produksinya yang memiliki layanan navigasi yang menyediakan informasi dan peta lengkap lokasi-lokasi penting, mulai hotel, rumah sakit, hingga dealer.

Periode Telematika

Perkembangan telematika dibagi menjadi 3 periode berdasarkan fenomena yang terjadi dalam masyarakat :

1. Periode Rintisan
Pada periode ini, penggunaan teknologi telematika oleh masyarakat Indonesia masih terbatas. Sarana kirim pesan seperti yang sekarang dikenal sebagi email dalam suatu group, dirintis pada tahun 1980-an. Mailinglist (milis) tertua di Indonesia dibuat oleh Johhny Moningka dan Jos Lukuhay, yang mengembangkan perangkat “pesan” berbasis “unix”, “ethernet”, pada tahun 1983, persis bersamaan dengan berdirinya internet sebagai protokol resmi di Amerika Serikat. Pada tahun-tahun tersebut, istilah “unix”, “email”, “PC”, “modem”, “BBS”, “ethernet”, masih merupakan kata-kata yang sangat langka.
Periode rintisan telematika ini merupakan masa dimana beberapa orang Indonesia belajar menggunakan telematika, atau minimal mengetahuinya. Tahun 1980-an, teleconference terjadwal hampir sebulan sekali di TVRI (Televisi Republik Indonesia) yang menyajikan dialog interaktif antara Presiden Suharto di Jakarta dengan para petani di luar jakarta, bahkan di luar pulau Jawa.

2. Periode Pengenalan
Periode satu dasawarsa ini, tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu, setelah dipinggirkan dari panggung politik, yang kemudian disediakan wadah baru dan dikenal sebagai Karang Taruna. Pada sisi lain, milis yang mulai digagas sejak tahun 1980-an, terus berkembang.
Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994, dan milis adalah salah satu bagian dari sebuah web. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor. ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan dalam tahun yang sama, beroperasi ISP komersil pertama, yaitu INDOnet.
Dua tahun keterbukaan informasi ini, salahsatu dampaknya adalah mendorong kesadaran politik dan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televise swasta nasional, seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi) pada tahun 1995-1996.
Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televise internasional – tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998.

3. Periode Aplikasi
Pada periode ini, teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Bukan hanya dimiliki oleh hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia, fungsi yang ditawarkan terbilang canggih. Muatannya antara 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televise, dan teleconference melalui 3G. Teknologi computer demikian, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada café dan kampus tertentu, internet dapat diakses dengan mudah, dan gratis.
Data statistik tersebut menunjukkan aplikasi telematika cukup signifikan di Indonesia. Namun demikian, telematika masih perlu disosialisasikan lebih intensif kepada semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Pemberdayaan manusianya, baik itu aparatur Negara ataupun non-pemerintah, harus terus ditumbuhkembangkan.

Sumber:

Minggu, 07 April 2013

Visi Misi dan Data Diri



M. Wildan Rahman
14110486

Nama lengkap saya Mohamad Wildan Rahman, yang biasa dipanggil wildan atau kewel lahir di Sukabumi 18 Februari 1993 anak pertama dari dua bersaudara. Dari lahir sampai kelas 6 SD tinggal di Sukabumi tepatnya di SDN Cikembar 1, masa-masa kecil yang tinggal di pedesaan itu sangat menyenangkan. Lalu pindah ke Bogor dan melanjutkan sekolah di SMPN 15 Bogor, yang mengharuskan saya beradaptasi dengan lingkungan baru dan disinilah saya mendapatkan panggilan ‘kewel’. Lulus di SMP saya memilih melanjutkan di SMAN 7 Bogor, disini saya benar-benar merasakan yang namanya masa-masa SMA yang begitu indah dan mendapatkan banyak pelajaran. Salah satunya ketika mengikuti kegiatan ekstrakulikuller pecinta atau penggiat alam yang bernama Waspala, dan kegiatan wajib yang saya lakukan setiap tahunnya sampai saat ini ialah mendaki gunung. Jenjang selanjutnya adalah kuliah dan Universitas Gunadarma menjadi persinggahan selanjutnya dalam mencari, mendapatkan ilmu ataupun belajar. Saat di SMA jurusan saya IPS dan ketika daftar di Gunadarma ada dua pilihan jurusan yang saya ambil yaitu, Sistem Informasi dan Manajemen. Pada akhirnya saya memilih Sistem Informasi, karena saya suka dengan hal-hal mengenai komputer dan pada saat itu saya berpikir mungkin ketika lulus peluang untuk bekerja akan lebih besar.

Bagian ini tentang karakter atau kepribadian, hobi sera visi dan misi saya kedepannya. Ketika ada orang yang baru kenal dengan saya, pasti dia akan bilang saya ini orangnya pendiam dan itu memang benar. Tetapi jika sudah kenal lama mungkin dia akan bilang, pendiam, suka melucu, mudah sekali marah tetapi sangat bisa sekali sabar dalam menghadapi berbagai masalah. Lebih senang tinggal dirumah dari pada pergi keluar dengan alasan yang tidak jelas dan hanya membuang-buang waktu jika tidak ada keperluannya. Saya dekat dengan keluarga tapi disni saya suka membantah kata-kata orang tua, tetapi semakin kesini saya mancoba untuk lebih sabar dan mengikuti keinginannya. Humoris, suka bercanda dengan teman-teman membicarakan sesuatu yang sedang hangat saat ini, atau sesuatu hal yang baru, membahas kejadian masa lampau yang memang itu lucu.
Liburan adalah hal yang paling saya tunggu-tunggu, seperti yang sudah saya bahas tadi mendaki gunung merupakan salah satu kegiatan wajib tahunan. Berbagi waktu dengan alam membuat seseorang tahu siapa diri dia yang sebenarnya, menjadi lebih baik dalam hal fisik maupun mental dan ada yang bilang lebih dekat dengan Tuhan.
Visi setiap orang mungkin berbeda-beda tetapi cenderung sama seperti, membahagiakan orang tua, memberi inspirasi terhadap orang lain, berguna untuk bangsa, negara, agama dan keluarganya, hidup bahagia bersama orang saya sayangi hingga akhir hayat dan itulah visi saya.
Sedangkan misinya yang pertama adalah menyelesaikan tugas dan kewajiban saya sebagai mahasiswa Universitas Gunadrma hingga lulus tepat pada waktunya, yang merupakan proses awal karier dan hidup akan kemana saya selanjutnya, mau menjadi orang apa dan seperti apa saya nantinya. Belajar menghargai seseorang atau hal-hal yang kecil menjadi lebih baik lagi, mengambil positif dari berbagai masalah yang dihadapi, bekerja dibidang yang saya inginkan dan saya kuasai serta tak lupa mendaki gunung-gunung yang ada di bumi ini.

Hok-Gie dan Gunung



Soe Hok Gie yang biasa dipanggil dengan Soe, Gie ataupun Hok Gie ini lahir pada tanggal 17 Desember 1942. Seorang aktivis Indonesia dan mahasiswa UI fakultas sastra jurusan sejarah 1962-1969 seorang seorang demostran yang sangat berani dan tidak kenal takut.  Ia adalah seorang anak muda yang berpendirian yang teguh dalam memegang prinsipnya dan rajin mendokumentasikan perjalanan hidupnya dalam buku harian. Buku hariannya kemudian diterbitkan dengan judul Catatan Seorang Demonstran. Hok Gie dikenal sebagai penulis produktif di beberapa media massa, misalnya Kompas, Harian Kami, Sinar Harapan, Mahasiswa Indonesia, dan Indonesia Raya. Sekitar 35 karya artikelnya (kira-kira sepertiga dari seluruh karyanya) selama rentang waktu tiga tahun Orde Baru, sudah dibukukan dan diterbitkan dengan judul Zaman Peralihan.  

Gie pernah berkata “Saya memutuskan bahwa saya akan bertahan dengan prinsip-prinsip saya. Lebih baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan”. Dia memilih mendaki gunung daripada ikut-ikutan berpolitik praktis. Dia memilih bersikap independen dan kritis dengan semangat bebas. Pikiran dan kritiknya tertuang begitu produktif dalam pelbagai artikel di media cetak. Namun secara diam-diam, Soe ternyata juga menumpahkan unek-uneknya dalam bentuk puisi indah. Salah satunya Mandalawangi-Pangrango yang terkenal di kalangan pendaki gunung.

MANDALAWANGI – PANGRANGO

Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang2mu
aku datang kembali
kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu
walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima daku

aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
hutanmu adalah misteri segala
cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua

“hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya “tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
‘terimalah dan hadapilah

dan antara ransel2 kosong dan api unggun yang membara
aku terima ini semua
melampaui batas2 hutanmu, melampaui batas2 jurangmu
aku cinta padamu Pangrango
karena aku cinta pada keberanian hidup
Jakarta 19-7-1966

Dia begitu munyakai lembah Mandalawangi tempat yg nyaman untuk melepaskan semua hiruk pikuk kota Jakrta dan berbagai persoalan tentang politik dll. Soe pun sangat menyukai kegiatan mendaki gunung, banyak gunung yang sudah ia daki semasa hidupnya. Sampai ketika ia masih menjadi mahasiswa UI, dia dan teman-temannya mendirikan sebuah organisasi yang disebutnya Mapala atau Mahasiswa Pecinta Alam. Gunung Gede-pangrango, Salak, Slamet, Merapi, Ceremai dan Semeru yang menyebabkan dia berhembus nafas terakhir di gunung tertingggi di Pulau Jawa itu. Hok Gie meninggal di Gunung Semeru tahun 1969 tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 akibat menghirup asap beracun di gunung tersebut. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis dan dipangkuan sahabatnya Herman O. Lantang.

Rabu, 09 Januari 2013

Paragraf eksposisi


Paragraf eksposisi adalah salah satu bentuk tulisan atau retorika yang berusaha untuk menerangkan dan menguraikan suatu pokok pikiran yang dapat memperluas pandangan atau pengetahuan seseorang yang membaca uraian tersebut. (Keraf, 2009:3)
Paragraf  ini bertujuan menyampaikan fakta-fakta secara teratur, logis dan saling bertautan dengan maksud untuk memperjelas suatu ide, istilah, masalah, prosese unsur-unsur sesuatu, hubungan, sebab akibat, dan sebagainya.
Sebuah paragraf  ekposisi mempunyai beberapa ciri-ciri, yaitu:
  1. Berusaha menerangkan suatu pokok persoalan.
  2. Menggunakan gaya yang bersifat informatif.
  3. Berdasarkan fakta.
  4. Tersusun secara sistematis.
Ada dua jenis paragraf eksposisi, yaitu paragraf eksposisi dengan pola pengembangan proses dan pola pengembangan perbandingan.
  1. Paragraf eksposisi dengan pola pengembangan proses.
Paragraf ini berusaha menjelaskan bagaimana sesuatu itu terjadi atau bekerja.
Ciri-cirinya:                                              
a. Bagian-bagian dari tulisan tersebut diuraikan tahap demi tahap
b. Bagian-bagian tersebut berdasarkan fakta yang tersusun secara sistematis.
2. Paragraf eksposisi dengan pola pengembangan perbandingan.
Paragraf ini berusaha menunjukan kesamaan-kesamaan dan perbedaaan antara dua objek atau lebih.
Ciri-cirinya:
a. Menyampaikan informasi mengenai suatu hal dengan menghubungkan yang satu dengan yang lain.
b. Menyampaikan dua pokok persoalan sekaligus.
c. Membandingkan dua pokok.

Daftar Pustaka
Keraf, Gorys. 1982. .Eksposisi dan Deskripsi. Flores: Nusa Dua.

Unsur-unsur Bentuk Puisi


Puisi merupakan salah satu karya sastra yang memiliki dua unsur pembentuk, yaitu unsur batin dan unsur fisik. Pembahasan bab ini lebih terfokus pada unsur-unsur fisik puisi atau disebut pula unsur bentuk.
Unsur fisik atau bentuk puisi adalah :
  1. Tipografi (bait, baris, perwajahan) adalah pembeda yang penting genre puisi dan prosa dan drama. Tiporgafi menonjolkan bentuk visualnya. Contohnya, larik-larik puisi.
  2. Versifikasi (bunyi dan persajakan, metrum dan irama)  adalah bunyi yang dipergunakan sebagai orkestrasi, yang mengalirkan perasaan, imaji-imaji dalam pikiran, atau pengalaman-pemgalaman jiwa pembaca atau pendengar.
  3. Diksi digunakan penyair untuk membangkitkan imaji pembaca. Diksi berkaitan dengan perbendaharaan kata, urutan kata, dan daya sugesti dari kata-kata.
  4. Gaya bahasa adalah bahasa kiasan yang mengiaskan atau mempersamakan suatu hal dengan hal lainya sehingga gambaran menjadi jelas menarik dan menjadi hidup. Jenis-jenis gaya bahasa adalah perumpamaan, metafora, perbandingan, personifikasi, hiperbola dan lainya. Citraan adalah kepuitisan utama yang erat hubungannya dengan diksi. Citraan membuat pembaca atau pendengar menghayati melalui penglihatan, pendengaran, pencecapan, dan perabaan. (Yapi, 2002 : 57 – 73).